Perjuangan Menjadi Taruni STMKG

Assalamualaikum wr wb

Syukur dan syukur hanya pantas dihaturkan kepada Allah yang Maha Penyayang. Hingga dipagi hari ini masih diberi kesempatan untuk berbagi cerita perjuangan menjadi taruni STMKG.

Di postingan sebelumnya saya pernah menuliskan akan berbagi cerita mengenai perjuangan saya hingga sampai di kampus STMKG, ok sekarang lunas ya ceritanya, hihii 🙂

Tahun ini (2014) adalah kali kedua saya mendaftar PTB (Penerimaan Taruna Baru) STMKG setelah tahun lalu (2013) juga sempet daftar namun qodarullah belum rezeki belum lulus di tes TKA. Tahun lalu sempat kuliah juga di Jogja selama satu tahun, dan tahun ini alhamdulillah keterima di STMKG jadinya pindah kesini.

Jadi waktu pendaftaran itu saya sebenarnya masih ragu mau daftar lagi atau tidak. Dengan berbagai pertimbangan dengan orang tua alhasil saya pun memutuskan untuk mendaftar PTB STMKG dihari terakhir. Nah waktu itu saya tidak tahu kalau pendaftaran ditutup jam 15.00 WIB, saya mengira akan ditutup jam 23.59 WIB seperti pendaftaran perguruan tinggi lain. Sedangkan rencana saya waktu itu baru akan mendaftar dan mengisi form di web PTB STMKG jam 17.00 WIB, ah udah pasrah waktu itu. Eh ga taunya ternyata di bagian atas web ada keterangan ‘Pendaftaran diperpanjang sampai tanggal 25’. Alhamdulillah bersyukur sekali. Tapi masih sama juga, saya mendaftar dihari terakhir tanggal 25 kalau tidak salah hari Jumat. Yah alhamdulillah akhirnya lega proses pendaftaran selesai, tinggal nunggu tes.

First test, TKD. Tes pertama adalah TKD, soalnya pilihan ganda mengenai seputar kemampuan dasar. Waktu itu saya tidak belajar sama sekali, hanya belajar tidak sampai 10 soal perihal sinonim antonim di buku sipencatar STMKG karena waktu itu juga saya sedang sibuk kuliah dan banyak tugas juga menjelang ujian semester.

Nah pembagian waktu tes TKD diurutkan sesuai abjad, jelas sekali saya dengan alphabet nama ‘A’ akan mendapatkan urutan tes awal. Saya mendapat jadwal tes TKD hari senin siang. Sedangkan bebarengan pada waktu itu saya juga ada kuliah praktikum ARL (Alat Ukur Listrik) yang diampu oleh Dosen Pak Juli, ya bagaimanapun saya tetap izin kuliah.

Aslinya saya tidak izin sih karena takut diintrogasi wkwkwkk, karena waktu itu saya tidak memberi tahu teman-teman kalau saya daftar kuliah lagi. Jadi dari masuk kelas saya sudah memilih bangku dekat pintu supaya lebih mudah keluarnya, kemudian opening materi dan mengisi presensi. Tidak sampai 30 menit saya bilang dengan Nisa dan Dia teman sebangku saya jika saya ingin pergi duluan dengan alasan ada hal yang harus dikerjakan dan ga bisa ditinggalkan. Mereka pun membantu saya hingga saya berhasil keluar dari kelas. Mohon maaf gih Pak. Makasih Nis Di. Btw makasih juga Bima yang sudah merelakan motor beat birunya saya pinjam untuk tes ke TKD ke BKN Jl.Magelang. Nah sorenya itu karena pemilik motor lagi pergi jadi semalam motornya ditinggal di kosan saya yang parkirannya sebenarnya sudah full hingga saya dimarahi ibu kos hahaa.

Gubrakkk waktu tes itu saya benar-benar tidak menyangka ternyata soalnya jauh dari yang saya perkirakan. Perkiraan saya waktu itu seperti tes dasar SBMPTN eh ternyata malah tentang kepegawaian, sejarah (kerajaan dll), politik, PKN, yaaa intinya seputar itu. Ya Allah setahun ini belajar fisika, mana bisa mengerjakan soal seperti itu walaupun kompetensi dasar juga saya sudah lupa. Sudahlah akhirnya saya pasrah, apapun hasilnya Allah itu punya rencana terbaik.

Jreng jrengggggg… pengumuman pengumumannnn

Pengumuman tes TKD pun diumumkan, alhamdulillah saya lulus 🙂 ah senangnya waktu itu. Eh tapi kok bisa ya?? Saya pun juga bingung wkwkk. Kalau bukan karena Allah lalu siapa lagi, alhamdulillah tsuma alhamdulillah mungkin itu semua udah rencana terbaik-Nya 🙂

Tes TKA pun segera tiba…

Yuhuuu.. tes TKA. Entahlah saya optimis sekali waktu itu. Sama seperti TKD saya juga hanya belajar sedikit karena waktu itu tepat libur minggu tenang seminggu sebelum ujian semester, jadi saya lebih banyak menyiapkan buat ujian. Materi test TKA itu yang diujikan meliputi matematika, fisika, dan bahasa inggris.

Kok bisa saya sebegitu optimisnya di tes TKA ini?? Okkk jadi begini ceritanya. Tahun ini adalah tahun kedua saya ikut tes, karena tahun lalu sempat tes TKA (walaupun belum rezeki) nah setidaknya ada sedikit ingat tipe soalnya seperti apa. Dan btw itu soal TKA adalah materi dasar kuliah Jurusan Fisika. Sedikit info saja ya gaes jadi kalau kuliah di Jurusan Fisika itu yang dipelajari Fisika dan Matematika. Dominan materi matematika integral dan diferensial tapi untuk tingkat lanjut. Nah kalau jurusan matematika yang dipelajari ya hanya matematika. Jadi sekali menyelam sambil minum air, belajar untuk ujian semester namun juga sambil belajar TKA begitu.

Ok lanjut ke tes TKA ya 🙂 Saya ikut tes Regional Jogja, waktu itu tes dilaksanakan di Universitas Mercubuana Yogyakarta. Saya diantar bapak dengan motor dari rumah sekitar h-1 jam. Nah disana juga saya terlambat, huhhh jadi panik dan bingung muter-muter cari tempat duduk pun malu sekali baru test saja sudah terlambat, jadi perhatian orang banyak juga jadinya. Soal sudah dapet, tempat duduk juga sudah, waktu itu saya tidak langsung mengerjakan soal. Namun menenangkan diri terlebih dahulu, saya tipe orang yang tidak bisa mengerjakan suatu pekerjaan dalam kondisi panik intinya tenangkan diri dulu. Setelah tenang saya mulai mengisi data diri dan mengerjakan soal.

Sewaktu mengerjakan soal banyak juga yang tidak bisa, aduh gimana nih, namun saya tetap optimis bahwa saya pasti bisa. Yang jelas banyakin doa juga. Nah disoal itu ada dua tipe soal ada yang mudah dan sulit **ya iyalah** hmm mungkin bagi yang baru lulus tahun itu juga lebih mudah yang udah pernah dipelajari di SMA. Namun, berhubung saya lulusan tahun lalu dan beberapa lupa rumus matematika dan fisika walaupun dasar juga, parah sekaliii. Alhasil saya mencari soal yang kira-kira saya pelajari di perkuliahan, tidak begitu banyak juga namun Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan ada sedikit juga rumus SMA yang masih saya ingat jadi sempat ngerjain juga. Eitss itu khusus matematika dan fisika ya. Lain halnya dengan bahasa inggris. Saya yang dari dulu malas belajar bahasa inggris jadinya hanya membatik lembar jawab saja, hahaaa. Tapi tidak tahu juga pun tidak menyangka waktu pengumuman saya dinyatakan lulus. Alhamdulillah yaa Allah, senang sekali waktu pengumuman itu.

Lanjut ke tes ketiga, tes kesehatan

Pada tes kesehatan itu juga saya sedang sibuk-sibuknya menjadi panitia salah satu organisasi kampus. Dan untuk tes kesehatan itu sendiri harus dilakukan di RSUD sedangkan RS yang bagian poli hanya buka sampai jam 11.00 WIB sehingga saya harus bolak-balik rumah sakit sampai 3 hari. Waktu untuk tes kesehatan juga sangat mepet karena waktu awal-awal saya tidak bisa ke RS dikarenakan ada kepanitiaan dan proker sub bidang di UKM Universitas. Kalau bicara mengenai tes kesehatan insyaAllah saya siap menjalani semua tes kesehatan, masuk saja semua poli di RS. Saya juga optimis karena insyaAllah saya sehat walafiat tidak ada penyakit. Tapi juga sedikit was-was sih sebenernya. Tinggi saya itu mepet sekali 156 cm, tapi tetep bersyukur kok. Yang ada dipikiran saya waktu itu hanya jika semisal ada temen yang hasil tesnya itu sama dengan saya tapi beda tinggi 0,5 cm saja kan bisa jadi panitia lebih memilih teman yang lebih tinggi. Sad. Tapi ya sudahlah semuanya saya ikhtiarkan kepada Allah, yang ada hanyalah tinggal menunggu hasil. Oh iya biaya untuk keseluruhan test kesehatan waktu itu habis sekitar 500.000 rupiah. Itu juga sudah tes ketiga, kecewa sekali kalau tidaku lulus, maka dari itu saya memperbanyak doa kepada Allah supaya Allah memberikan yang terbaik. Alhamdullillah waktu pengumuman namaku tercantum disitu, artinya aku dinyatakan lulus :’)

Lanjut ke tes wawancara, tes terakhir

Btw ini nih yang paling bikin senam jantung. Tes terakhir, saya harus bisa. Berbagai upaya saya lakukan. Nah dikesempatan terakhir ini saya bergabung di grup Facebook PTB STMKG. Sedikit telat sih sebenarnya, namun apa boleh buat lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Waktu itu saya follow terus info di grup, dan berdasarkan info yang saya peroleh sebagian wawancara menggunakan bahasa inggris seputar diri sendiri, dasar cuaca, dll. Astaga… saya yang sama sekali tidak tertarik dengan pelajaran bahasa inggris ini tidak tahu harus bagaimana. Yang jelas seminggu sebelum wawancara itu saya belajar bahasa inggris gila-gilaan. Sampe-sampe saya berbicara sama benda menggunakan bahasa inggris oh iya dengan orang tua juga. Masa bodoh diketawain orang tidak saya pikirkan sama sekali, yang terpenting saya lulus dengan usaha saya sendiri. Nah tibalah tes wawancara, biasa untuk opening ditanya mengenai data yang tertulis di form pendaftaran lebih ke diri kita. Untuk yang bahasa inggris itu ternyata tergantung penanyanya. Kalau saya hanya diminta memerkenalkan diri menggunakan bahasa inggris, tapi ada juga temen saya yang ditanya ini itu dan harus dijawab dengan bahasa inggris. Yang jelas persiapan saja ya, tidak ada salahnya juga kan belajar bahasa inggris. Malahan sekarang saya jadi lebih tertarik dengan bahasa inggris walaupun bahasa inggris saya masih berantakan juga, yang terpenting kita mau usaha. Karena Allah melihat proses (usaha) kita bukan hasil.

Pengumuman-pengumuman…

Alhamdulillah tsuma alhamdulillah saya dinyatakan lulus menjadi calon taruni STMKG. Ya Allah senang sekali rasanya, usaha selama ini terbayar sudah.

Dan pada akhirnya dengan pertimbangan orangtua juga saya pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kampus lama. Dan sekarang alhamdulillah belajar di kampus STMKG.

Sedikit cerita ya 🙂

Gara-gara persiapan wawancara bahasa inggris itu sekarang saya jadi tertarik dengan bahasa ingris. Saya sadar betapa pentingnya bahasa inggris, hingga saat ini saya pun telah memutuskan untuk ikut kursus bahasa inggris. Dari dulu saya punya impian bisa kuliah di luar negeri, sedangkan nanti saya akan lulus dengan gelar Diploma 4 maka kesempatan untuk mewujudkan impianku itupun semakin kecil. Namun saya takkan pernah menyerah, saya akan tetap memerjuangkan impian bisa kuliah di luar negeri yang terpenting sekarang adalah saya harus bisa bahasa inggris. Target terbesar setelah lulus dari STMKG nanti target saya TOEFL diatas 550, banyak relasi dengan siapapun, dan lulus dengan predikat cumlaude paling tidak 5 besar di jurusanku. Bismillah.. semoga Allah memberikan yang terbaik. Yang penting kita terus berusaha dan berdoa. Semangattttt memerjuangkan impian !!!!

Oh iya rencananya postingan yang berhubungan dengan kampus STMKG akan saya posting menggunakan bahasa inggris, jadi jika ada salah semisal vocab ataupun grammar dll dimohon untuk mengoreksi. Bukannya apa-apa, aku hanya ingin belajar supaya vocab dan grammar saya selama ini tidak hilang 🙂

Note :

Tulisan ini hanya bersifat pengalaman pribadi, tidak ada maksud lain selain berbagi pengalaman dengan harapan bisa membantu bagi teman-teman yang akan mendaftar STMKG khususnya. Jika ada yang ingin sharing tentang gimana pendaftaran ataupun tes STMKG insyaAllah saya terbuka, tinggal komen saja dibagian komentar atau menghubungi Facebook. Saya sangat senang jika bisa membantu teman-teman sekalian. Oh iya jika ingin sharing tentang kuliah jurusan fisika boleh juga kok.

Fighting to reach our dream 🙂

#coretanapril menjadi taruni STMKG 😀

Ins 2B - Copy
Instrumentasi B 2014

Wasalamualaikum wr wb

Bintaro, 16 September 2014

09.34 wib

.

.

.

.

.

.

.

.

Diperbarui pada 20 Oktober 2020


112 thoughts on “Perjuangan Menjadi Taruni STMKG

  1. Kak, kalo tes kesehatannya itu kita tesnya di RS tuh masing-masing atau bareng sama pendaftar yang lain ya kak? Terimakasih..

      1. kak, saya mau bertanya, sebelumnya saya mohon maaf kalau pertanyaan tidak berkenan, namun saya mohon sekali agar dijawab.
        apakah pada saat tes kesehatan untuk putri akan dites dia masih virgin atau tidak? atau pada saat tes wawancara ditanyai seperti itu?

      2. Halo dek, untuk PTB 2014 tes kesehatan berdasarkan form dari kampus. Waktu itu di RS tidak ada tes atau dokternya langsung kasih ketarangan saja yaa, saya lupa soalnya sudah lama 6 tahun yg lalu. Untuk wawancara ga ada ditanya sama sekali. Hanya seputar form dan basic pengetahuan cuaca. Semoga bermanfaat ya 🙂

  2. masyaallah…memang Allah itu selalu punya rencananya terbaik bagi hamba-hambanya ya kak 😊
    saya juga sedang menunggu pengumuman akhir kak, semoga diberikan hasil terbaik 😞🙏

  3. Kak boleh tau biaya kuliahnya brp ua kak per semester hehehe.. Soalnua aku searching itu katanya gratis gitu tp aku agak gk yakin ya masa gratis kan itu sekolah kedinasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.