Pengamatan Arah dan Kecepatan Angin Di Kapal (True Wind)

Pengamatan Angin

Pengamatan arah dan kecepatan angin dapat dilakukan dengan secara estimasi atau penaksiran secara visual, atau dengan menggunakan alat seperti anemometer dan anemograf. Kapal yang sudah memiliki peralatan meteorologi yang tetap, pengamatan harus dilakukan dengan pembacaan alat pengukur angin tersebut selama periode 10 menit. Pengamatan yang dilakukan pada saat kapal bergerak / berlayar, ada perbedaan antara angin relatif dan angin sebenarnya (true wind).

Pengamatan Visual

Pengamatan angin dilakukan dengan estimasi visual didasarkan pada kenampakan atau keadaan permukaan laut atau biasa disebut State of Sea. Pengamatan Arah Angin :

  • Jika kapal dalam keadaan berhenti arah angin dapat diperkirakan dengan memperhatikan arah berkibarnya bendera atau asap kapal,
  • Jika kapal sedang dalam keadaan berlayar maka arah angin diestimasikan arah dari mana datangnya gelombang atau buih -buih dipermukaan laut yang disebabkan oleh angin.
  • Pada waktu malam apabila keadaan permukaan laut sukar dilihat karena kegelapan maka arah angin di estimasikan dengan mempertimbangkan atau membandingkan arah haluan kapal dengan arah angin yang dirasakan oleh tubuh atau muka observer, pada saat observer berada di dek kapal.

Pengamatan Kecepatan Angin diestimasikan dengan memperhatikan keadaaan permukaan laut, dapat dilakukan dengan menggunakan Skala Beaufort (Beaufort Scale).

Skala Beaufort sangat baik jika digunakan :

  • Untuk pengamatan gelombang di laut terbuka (open sea),
  • Menjadi pertimbangan untuk pengamatan gelombang di perairan yang tertutup / dekat pantai (shallow) jika angin telah bertiup cukup lama, serta angin yang bertiup dari daratan maka gelombang yang ditimbulkan oleh angin akan lebih kecil

Tinggi gelombang sendiri tidak selalu dalam kriteria yang dapat dijadikan acuan, karena tidak hanya tergantung pada angin, tetapi masih tergantung faktor lain seperti fetch, durasi angin, kedalaman perairan, adanya alun yang melintas. Skala beaufort ini selalu berhubungan dengan keadaan laut (State of Sea) dan kecepatan angin.

Pengamatan dengan Instrument

Pada kapal yang sudah dilengkapi dengan peralatan meteorologi, penempatan peralatan pengukur angin harus diletakan pada tempat yang aman dan dapat meminimalisir efek – efek guncangan pada saat kapal berlayar, seperti dipasang pada tiang kapal depan. Pengukuran arah angin dilakukan dengan alat wind vane, sedangkan kecepatan angin diukur dengan anemometer.

Wind Vane Anemometer

Pada kapal – kapal yang lebih kecil ataupun yang peralatan pengukur anginnya belum terpasang di kapal, pengukuran dapat dilakukan dengan alat hand anemometer, seperti gambar di bawah:

Hand Anemometer

Cara pemakaian / pembacaan arah dan kecepatan angin dengan menggunakan hand anemometer, sebagai berikut :

  1. Ujung vane dimasukan ke dalam lubang yang terletak di belakang petunjuk arah.
  2. Kompas di sebelah bawah diatur (distel) menghadap ke arah selatan. Pengamat harus berdiri menghadap utara.
  3. Arah angin terbaca pada garis skala tepat di bawah tanda warna hitam.
  4. Kecepatan angin terbaca untuk skala bagian atas dalam m/sec dan untuk skala bagian bawah dalam knots.
  5. Angin harus langsung mengenai alat, tidak terhalang oleh badan atau benda lainnya.
  6. Jika pengamatan dilakukan di atas kapal yang sedang begerak maka pengamat harus menghadap ke arah haluan kapal.

Perhitunga True Wind

Akibat pengaruh arah dan kecepatan kapal maka angin yang terbaca pada anemometer bukanlah angin yang sesungguhnya (True Wind) tetapi angin sebagai akibat pergerakan kapal. Angin yang demikian ini disebut Apparent Wind. Jadi untuk mencari angin yang sesungguhnya (true wind) perlu diperhitungkan arah haluan dan kecepatan kapal.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan True Wind, diantaranya :

  • Metode Parallelogram
  • Metode Tabel.
  • Metode True Wind Plotting Board.
  • Menggunakan perangkat lunak (software).

a. Metode parallelogram

Arah dan kecepatan kapal, serta apparent wind diilustrasikan, sebagai gambar parallelogram berikut :

Garis AB adalah kecepatan kapal dan arah gerakannya, kemana kapal menuju. Garis DA merupakan arah datangnya angin yang tercatat. Garis CA adalah arah datangnya angin sebenarnya. Sementara sudut BAD merupakan sudut arah angin terhadap haluan kapal, sedangkan sudut CAD adalah sudut arah angin yang sebenarnya terhadap haluan kapal.

Dalam perhitungan digunakan rumus Cosinus, di bawah ini :

dan Rumus Sinus berikut :

Jika diilustrasikan seperti berikut :

Dengan diketahuinya sudut CAB, maka arah datangnya angin yang sebenarnya terhadap True North dapat diketahui, karena arah kapalnya diketahui. Sudut CAB merupakan sudut simpangan arah angin terhadap haluan kapal, ke kiri maupun ke kanan.

Hal terpenting dalam perhitungan dengan metode ini adalah :

  • Jika arah angin (ddd) terukur terhadap haluan kapal antara 0- 1800, berarti angin datang dari sebelah kanan haluan kapal, maka digunakan rumus berikut :

  True (ddd) = arah haluan kapal + ddd True terhadap kapal  

  • Jika arah angin (ddd) terukur terhadap haluan kapal antara 180- 3600, berarti angin datang dari sebelah kiri haluan kapal, maka untuk mencari arah angin sebenarnya digunakan rumus berikut.

True (ddd) = arah haluan kapal – ddd True terhadap kapal  

.

B. Metode TABEL

Metode tabel ini disusun untuk memudahkan para petugas pengamatan cuaca di kapal untuk mencari true wind, dan untuk mempermudah pencarian true wind, hasil perhitungannya telah disusun dalam tabel.

Data dalam tabel untuk mencari true wind disusun sebagai berikut :

  • Kecepatan kapal (knot) disusun dengan range ; 5, 10, 15, 20, 25 dan 30.
  • Kecepatan angin terukur (knot) disusun dalam range : 2, 5, 8, 13, 18, 24, 30, 37, 44, 52, 60 dan 68.
  • Arah angin terukur (derajat) terhadap haluan kapal disusun dengan range : 0◦, 10◦, 20◦, 30◦, 40◦, 50◦, 60◦, 70◦, 80◦, 90◦, 100◦, 110◦, 120◦, 130◦, 140◦, 150◦, 160◦, 170◦ dan 180◦. Sedangkan untuk arah angin antara 180◦ – 360◦, pembacaan di tabel dengan cara 360◦ – arah angin terukur terhadap haluan kapal.

Dalam membaca tabel true wind diperhatikan hal berikut :

A = Kecepatan kapal (knot)

B = Arah angin terukur terhadap haluan kapal (0)

C = Kecepatan angin (knot)

D = Arah angin sebenarnya terhadap haluan kapal (0)

E = Kecepatan angin sebenarnya (knot)

C. Metode True Wind Plotting Board

Metode pencarian true wind ini dengan cara memplot apparent wind dan arah dan kecepatan kapal menggunakan plotting board, seperti di bawah ini.

D. Menggunakan perangkat lunak (software)

Untuk menghasilkan true wind yang cepat dan tepat, maka metode perhitungannya berkembang dengan teknik komputasi menggunakan software aplikasi program perhitungan, salah satunya software Starpath True Wind, yg diinstall pada suatu perangkat komputer. Software ini berlisensi bebas dan dapat di download di alamat http://www.starpath.com/.


3 thoughts on “Pengamatan Arah dan Kecepatan Angin Di Kapal (True Wind)

  1. Selamat sore mbak april
    perkenalkan nama saya Gerald
    saya mau bertanya tentang pengertian angin relatif, bisakah mbak april memberikan pengertian tentang angin relatif ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.