Rason (Radio Sonde)

Pengertian

Radiosonde berasal dari dua kata, yaitu radio dan sonde. Radio adalah gelombang elektromagnetik yang merambat pada frekuensi 100 kHz – 100 GHz, sedangkan sonde merupakan bahasa Perancis dari probe (penyelidik=sensor). Radiosonde adalah sebuah unit yang digunakan pada balon cuaca untuk mengukur berbagai parameter atmosfer dan memancarkannya ke penerima di permukaan bumi. Radiosonde biasanya bekerja pada frekuensi 403 MHz atau 1680 MHz.

Sejarah

Pada tahun 1924, Kolonel William Blaire dari U.S.Signal Corp melakukan eksperimen pertama mengenai pengukuran temperatur udara-atas menggunakan balon. Radiosonde pertama ditemukan oleh seorang berkewarganegaraan Perancis bernama Robert Bureau. Radiosonde ini diterbangkan pertama kali pada tanggal 7 Januari 1929. Tanggal 30 Januari 1930, Pavel Molchanov menerbangkan radiosonde dengan standar pengiriman data yang baru, yaitu: mengkonversi hasil pembacaan sensor ke dalam bentuk kode Morse. Tanggal 1 April 1935, Sergey Vernov menerbangkan hasil modifikasi radiosonde temuan Pavel Molchanov untuk mengukur sinar kosmik pada high altitude.

Pengamatan

  • Radiosonde diterbangkan ke atmosfer menggunakan sebuah balon yang terbuat dari karet dan diisi dengan gas helium atau hydrogen. Ketinggian maksimum yang dapat dicapai oleh balon tersebut ditentukan oleh diameter dan ketebalannya. Ukuran balon berkisar antara 150 – 3000 gram. Dengan bertambahnya ketinggian balon dari permukaan tanah (tekanan udara berkurang), maka balon akan pecah karena tekanan udara di dalam balon lebih tinggi.
  • Radiosonde mengirimkan data pegukuran parameter cuaca udara atas ke komputer di permukaan bumi menggunakan gelombang radio secara real-time. Radiosonde biasanya menghilang dan tidak pernah ditemukan kembali.

Terdapat lebih dari 800 tempat peluncuran radiosonde di seluruh dunia. Beberapa negara saling berbagi data radiosonde melalui perjanjian internasional. Peluncuran radiosonde dilaksanakan dalam dua kali sehari yaitu pada jam 00.00 UTC dan 12.00 UTC.

Komponen

Vaisala Radiosonde RS92-SGP

1 =       Antena GPS

2 =      Case Baterai

3 =      Konektor sensor tambahan

4 =      Antena

5 =      Sensor temperature

6 =      Sensor kelembaban

7 =      Sensor boom

8 =      GC25 interface

 

Sistem

Sistem radio sonde terdiri dari sensor tekanan, temperatur dan kelembaban yang dilengkapi dengan   rangkaian pemancar. Berdasarkan standar WMO (World Meteororlogical Organization) akurasi dari ketiga   sensor tersebut adalah :

Tekanan     :  ± 1 mb (1mb = 1 hPa)

Temperatur   : ± 0.5oC

Relative Humidity   :  ± 5 %

 

Sensor Suhu
Sensor Kelembaban
Sensor Tekanan

Operasional

  1. Transmitter diterbangkan bersama balon udara, kemudian antena diarahkan pada target (transmitter), balon tersebut akan bergerak mengikuti arah dan kecepatan angin oleh karena itu pengamatan harus lebih dahulu mengetahui arah dan kecepatan angin permukaan.
  2. Setelah transmitter terbang di udara, maka antena penerima akan bergerak mengikuti transmitter tersebut. Selanjutnya transmitter akan memancarkan signal sesuai dengan sensor masing-masing dan signal tersebut diterima oleh antenna penerima lalu signal diteruskan ke recorder/buffer untuk diseleksi atau di-mixer untuk mendapatkan signal yang sesuai bekerjanya sensor masing-masing. Dari recorder signal yang terseleksi tersebut diteruskan ke komputer, signal-signal diubah menjadi bentuk angka yang dapat dibaca pada layar monitor. Operasional radiosonde ini dapat mencapai ketinggian 10 km tergantung pada kekuatan baterai atau balon membawanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.