Shoecial Movement, Berbagi Berkah Merangkul Asa

Cilincing, 23 Desember 2017

Yeayyy Alhamdulillah Shoecial Movement, Berbagi Berkah Merangkul Asa akhirya sukses dilaksanakan di SDI Al Aminiyah Cilincing 23 Desember 2017. Kegiatan yang menjadi penutup event voluntering 2017 yang telah saya lakukan. Sebenarnya ga ada rencana ikut kegiatan ini, dan lagi lagi dadakan. Berawal dari kehabisan tiket yang harusnya bisa pulang ke Jogja Jumat tapi dapetnya senin tanggal 24 Desember 2017. Gabut bangetkan di kosan dua hari mau ngapain. Eh iseng-iseng scroll instagram nemu poster voluntering ini. Alhamdulillah iseng juga share ke Agus teman sekelas yg interest juga buat kegiatan seperti ini. Dan dia ga peulang ternyata, jadinya ada temennya buat ikut acara ini.

Waktu berangkat itu penuh perjuangan banget. Berangkat jam 8 pagi via KRL Pd.Ranji – Tn.Abang – Manggarai – Cakung dilanjut via gojek yang hanya mengikuti google map. Dan ternyata yg ditunjukkan map ga sesuai dengan lokasi akhirnya muter-muter entah di daerah mana. Nah ini jadi unforgetable moment. Kita lewatin daerah yang kumuh banget. Sampah plastik dimana-mana, bahkan selokanpun airnya hitam bau dan ga mengalir. Ihhh parah banget dah. Ini kali pertama saya melihat daerah sekumuh itu. Masih ada ya daerah Jakarta yang seperti itu. Kemaren sempat ngefoto tapi entah kenapa ga kesimpan, jadi sisa ini.

Ini halaman sekolahnya :

Sampai sana istirahat sebentar kemudian acara diisi oleh Kak Rila dengan mendongeng.

Dilanjutkan dengan membuat penjelasan hari ibu (kebetulan banget pas hari ibu), bunga kertas, buat surat cinta untuk ibu.

Saya salut dengan salah satu siswa disana, walaupun dalam keadaan tidak dapat berjalan karena suatu kelainan waktu bayi dia tetap memunyai semangat untuk sekolah. Sampai saat kegiatan ini pun dia datang diantar ibunya. Ga salut gimana coba, sangat menginspirasi saya. Kalau mereka dengan keterbatasan fisik maupun fasilitas pun memunyai semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu. Harusnya kita lebih bersemangat belajar dengan fasilitas yang cukup memadai seperti ini.

Kemudian acara terakhir pembagian sepatu.

Oh ya sebelum pembagian sepatu saya sempat ngobrol dengan mb Ariska. Beliau yang kwatir sepatunya kurang dan bingung juga ‘Gimana sih caranya menyampaikan tapi tanpa ga menyakiti hati orang tersebut’. Ih pelajaran banget buat saya yang suka asal ngomong tanpa dipikir dulu. Harus lebih peka, harus lebih mikirin perasaan orang lain juga. Noted.

Cus lanjut acara penutup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.