Keuntungan Pemanfaatan Big data

Oleh : Hesti Hati Nurani

Kelas : Instrumentasi 5B

(Postingan ini diikutsertakan dalam rangka STMKG IPTEK EXPO 2018)

Jack Ma, yang dikenal sebagai pendiri Alibaba (Alibaba.com) pernah mengatakan bahwa penguasaan terhadap data teknologi adalah masa depan. Pernyataan tersebut tidak salah, mengingat keuntungan yang didapat bila berhasil mengelola data dengan baik. Data merupakan aset yang sangat berharga namun bila tidak diolah dengan baik, itu hanya akan menjadi tumpukan sampah belaka. Contoh pemanfaatan big data di dunia industri seperti kejadian berikut ini beberapa tahun yang lalu.

Bagi pecinta drama seri mungkin tidak asing dengan seri drama televisi kabel “House Of Card” yang ditayangkan oleh Netflix. Dibalik penayangannya di Netflix ada sepenggal kisah yang mungkin bisa menjadi pelajaran berkaitan dengan big data ini. Perusahaan seperti Netflix kemudian mampu bersaing dengan perusahaan TV kabel lainnya seperti HBO dkk dengan memanfaatkan big data tersebut.

Prosedur umum yang biasa digunakan oleh HBO dan perusahaan sejenis untuk menayangkan drama seri di TV kabel biasanya adalah dengan membeli pilot episode terlebih dulu sebagai acuan apakah drama tersebut akan disukai customer mereka atau tidak. Pilot episode adalah episode pertama dari season pertama drama seri yang akan ditayangkan. Bila ternyata pelanggan mereka menyukainya maka perusahaan baru akan membeli full episode season pertama drama tersebut dan kemudian ditayangkan secara continue misalnya seminggu sekali.

Namun gebrakan baru dilakukan oleh Netflix, perusahaan video on demand yang biasanya hanya memutar film-film yang sudah diputar di bioskop ataupun film-film lama yang ditonton hanya untuk bernostalgia. Netflix melakukan pendekatan yang berbeda dari perusahaan TV kabel lainnya. Tanpa harus membeli pilot episode mereka sudah yakin bahwa customer mereka akan menyukai drama seri “House Of Card” dengan memanfaatkan informasi dari lembaga rating, dan yang terpenting adalah mereka melakukan data mining terhadap sistem big data yang mereka kelola selama ini. Kemudian mereka pun dengan yakin membeli full episode selama dua season dari drama tersebut. Mendengar tawaran Netflix yang menggiurkan, production house pun tanpa ragu memberi hak siar eksklusif kepada Netflix yang membuat HBO harus menelan pil kekecewaan. Pelanggan pun bisa menonton keseluruhan episode sekaligus tidak harus satu per satu tiap minggu seperti di TV kabel pada umumnya. Benar saja pertaruhan Netflix tidak sia-sia, “House Of Card” meledak pasarannya bahkan mendapatkan award. Hal ini membuka pikiran banyak pihak terutama di bidang industri akan kebermanfaatan big data yang mampu membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sehingga kompetitor dapat dikalahkan. Netflix kemudian membawa image perubahan tentang pandangan penyedia video on demand, bahwa bukan film lama saja yang ditayangkan tetapi juga tontonan baru dan berkualitas.

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi mengenai alasan menggunakan big data ini. Peter Cochrane (www.cochrane.org.uk) menjelaskan alasannya yang pertama adalah keharusan untuk mempertahankan keberlangsungan suatu komunitas ataupun masyarakat yang berhadapan dengan semakin terbatasnya sumber daya. Kedua, penuntutan keterlibatan artificial intelligence (AI), internet of thing ataupun komunikasi terhadap kebutuhan produk, proses maupun pelayanan di masa depan. Yang ketiga, sistem pemodelan manajemen dan database kita di masa lalu telah mencapai batasnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.