Beda Masa

Alhamdulillah alla kulli hall klo bicara tentang nikmat ga akan pernah ada habisnya. Entah ada aja yang Allah kasih. Apalagi makin kesini, makin bertambah usia. Nikmat yang Allah berikan itu makin besar selaras dengan ujiannya.

Kesibukan itu nikmat. Pun masalah juga nikmat. Selama kita bisa menyikapinya dengan bijak.

Sudah beda masa. Umur 20an sekian itu bukan masanya lagi lari-larian kesana kemari atau minta ini itu ke orang tua atau hanya mikirin diri sendiri. Makin kesini urusan makin komplek, entah ada aja. But sikapi dengan bijak dan ambil hikmahnya.

Bukan masanya lagi males-malesan. Urusan, kegiatan, pun masalah akan semakin rumit pun akhirnya akan menyibukkan kita. Harus bisa memanage waktu. Jangan sampai menunda kegiatan karena ujungnya akan beranak pinak menjadi kegiatan kegiatan lain.

Bukan masanya lagi minta dilayani orang tua. Saatnya gantian kita yang melayani mereka. Jadikan bapak ibu bak raja dan ratu selama mereka masih ada.

Bukan masanya lagi hanya mikirin dunia. Akhirat itu jauh lebih kekal. Ga tau kan kita klo tiba-tiba Allah menyabut nyawa kita. Sedangkan kita dalam kondisi yang belum siap. Hayuk lah sama-sama kita perbaiki ibadah.

Bukan masanya lagi mikirin diri sendiri apalagi pas lagi ada uang puas-puasin hedon. Big NO. Kita punya keluarga, sahabat, lingkungan disekitar kita yang tentunya juga membutuhkan uluran tangan kita.

Bukan masanya lagi asal nulis atau bicara. Mulutmu harimaumu. Entah secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial.

Bukan masanya lagi mudah emosi. Harus lebih bisa menahan emosi entah positif ketika lagi senang atau negatif ketika lagi marah, kesal. Jangan terlalu over semua ada batasannya.

Bukan masanya lagi egois. Ga bisa memaksakan kehendak pribadi, kita juga harus menghargai keputusan orang lain. Jangan sampai hanya karena keegoisan individu jadi terpecah. Saatnya rangkul orang-orang disekitar kita. Jangan sampai menyesal bentar lagi pisah, beda pulau. Dan pada akhirnya satu per satu sahabat kita bakal punya keluarga baru yang lebih menjadi prioritas.

Bukan masanya lagi curhat sana sini. Coba tahan dulu, resapi, apa sih yang kurang kok bisa gini. Sebisa mungkin coba selesaikan masalah sendiri tanpa menyusahkan orang lain.

Bukan masanya lagi gampang ngeluh atau manja. Harus lebih mandiri, apalagi perempuan. Ingat bentar lagi bakal berkeluarga, menyelesaikan masalah sendiri, ngurus rumah tangga sendiri, dan tentunya harus bisa menempatkan diri kepada siapapun dan dimanapun berada.

Bukan lagi masanya asal upload foto. Harus lebih memertimbangkan tujuan dan niatan upload itu foto untuk apa. Selama niatnya baik ga masalah. Toh itu foto kita. Jaga perasaan orang lain juga, sebisa mungkin foto sm yg mukhrim. Jgn sa.

Bukan masanya lagi asal makan. Umur 20an itu sudah harus memerhatikan kesehatan, udah rentah bgt sama yg namanya penyakit. Banyakan makan sayur dan buah plus olahraga.

Btw ini postingan hanya sekedar self reminder. Saya juga maasih belajar, masih berproses. Ingatkan saya klo sy lalai atwpun salah. Hayuk lah sama sama memerbaiki diri.

 

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ

Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” [HR. Tirmidzi].


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.