[Tugas 2] Metode Penelitian | Plagiarisme

1. Definisi plagiarisme

Ada beberapa definisi menurut para ahli lainnya (dalam Novanta, 2009) [1], yaitu :

  • Menurut Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, plagiarisme adalah berbuat sesuatu seolah-olah karya orang lain tersebut adalah karya kita dan mengakui hasil karya tersebut adalah milik kita.
  • Menurut Brotowidjoyo, plagiarisme merupakan pembajakan berupa fakta, penjelasan, ungkapan, dan kalimat orang lain secara tidak sah

Selanjutnya, Alexander Lindsey dalam tulisan Plagiarism and Originality dalam Soelistyo (2011: 8-9), plagiat yang diartikan sebagai tindakan menjiplak ide, gagasan atau karya orang lain untuk diakui sebagai karya sendiri atau menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya sehingga menimbulkan asumsi yang salah atau keliru mengenai asal muasal dari suatu ide, gagasan atau karya. Karena definisi tersebut tidak secara spesifik membatasi pada ciptaan karya tulis, maka plagiarisme dapat pula digunakan untuk menyatakan tindakan penjiplakan ide, gagasan atau karya arsitektur [2].

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:

“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai” [3]

2. Contoh plagiarisme

Menurut Novian, dkk.(2012), terdapat beberapa jenis plagiat yang dikenal selama ini, yaitu [4] :

  1. Word-of-word plagiarism: menyalin setiap kata secara langsung tanpa diubah sedikitpun.
  2. Plagiarism of the form of a source: menyalin dan atau menulis ulang kode-kode program tanpa mengubah struktur dan jalannya program.
  3. Plagiarism of authorship: mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karya sendiri dengan mencantumkan nama sendiri menggantikan nama pengarang sebenarnya.

Beberapa contoh praktik plagiat pada sebuah program yang dikemukakan oleh Novian, dkk. (2012), yaitu [4] :

1. Leksikal : perubahan pada kode (source code) program, misalnya :

  • Komentar diubah (ditambah, dikurangi, atau diganti)
  • Format penulisan diubah
  • Nama variabel diubah

2. Struktural : perubahan struktur program

  • Perubahan urutan algoritma yang tidak mengubah jalannya program.
  • Prosedur diubah menjadi fungsi atau sebaliknya.
  • Pemanggilan prosedur diganti dengan isi prosedur itu sendiri.

Referensi :

[1] Novanta, Audy. (2009). Pendeteksian Plagiarisme Dokumen Teks dengan Menggunakan Algoritma Smith-Waterman, (http://repository.usu.ac.id, diakses 24 maret 2015).

[2] Sulistyo, Hendry, Plagiarisme : Pelanggaran Hak Cipta dan Etika, Yogyakarta : Kanisius, 2011.

[3] Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010

[4] Dian Novian, et al. Aplikasi Pendeteksian Plagiat Pada Karya Ilmiah Menggunakan Algoritma Rabin-Karp. Universitas Negeri Gorontalo: Laporan Penelitian. 2012.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.