Kali Pertama Belanja di IKEA

Awal tau tentang IKEA sudah beberapa tahun yang lalu. Pengen kesana tapi apalah saya waktu itu hehee seorang mahasiswa biasa yg untuk mencukupi kebutuhan kuliah saja masih pas-pasan. Sabarrr. Akhirnya setelah sekian purnama nunggu yang namanya ‘ge a je i’, kemarin saya kesana juga dengan seorang teman.

Dan taraaaa postingan ini adalah tulisan pertama megenai dunia perbelanjaan wkwkk. Saya bukan tipe orang yang suka ke mall pun belanja, termasuk skin care, make up, pakaian, dll, ya seperlunya saja tak perlu mahal2 dan brand ternama, selagi cocok dan masih bisa dipakai why not. Namun beda untuk dekorasi.

Sejak kecil saya tinggal di desa, dengan nuansa yang serba sederhana dan seadanya. Kala itu, saya suka sekali menonon acara dekorasi rumah di salah satu channel TV hingga menginspirasi saya memunyai rumah dengan desain dan dekorasi interior yang oke tentunya. Comfy namun tetap elegan. Seperti ini misalnya :

http://cdn.home-designing.com/wp-content/uploads/2017/08/neutral-sofa-color.jpg

Alhamdulillah akhirnya setelah punya penghasilan sendiri sy mencoba mewujudkan impian saya. Mulai dari mendekor kamar kosan dan merenovasi sedikit demi sedikit rumah orang tua di Jogja. Untuk renovasi rumah tidak perlu saya ceritakan panjang lebar.

Kamar kosan. Sebisa mungkin saya melengkapi perabotan kamar saya  supaya tetap rapi maupun peralatan kuliah lengkap sehingga tidak perlu meminjam ke teman. Untuk perabotan rumah tangga misal meja, rak buku, gantungan baju, dll saya sedikit strict sih hehee. Harus benar-benar oke desain dan kualitasnya. Karena saya berfikir jangka panjang, yaa hitung-hitung investasi kan toh nanti saya akan berkeluarga dan punya rumah. Dan saya tidak perlu membeli perabotan ulang, cukup menggunakan perabot yang saya beli sekarang. Lebih hemat bukan?

Untuk brand saya tidak mematok pada IKEA, yang terpenting desain dan kualitas oke. Namun, sejauh ini barang diluar IKEA dengan kualitas 11 12 dengan IKEA memunyai harga yang relatif sama jikapun berbeda relatif sedikit selisihnya jadi saya memilih IKEA sekalian. Namun jika selisih harga lumayan namun kualitas hampir sama, yaa tentunya saya akan memilih barang dengan harga lebih murah.

Pertama kali saya beli barang IKEA melalui toko online beberapa bulan lalu. Harga sedikit lebih mahal 20-30 rb dari barang yang dijual dipasaran. Namun karena desain oke akhirnya deal. Sesampainya barang di kosan, ternyata worth it juga.

Oh ya perabot rumah tangga IKEA juga bisa dibongkar pasang. Ini juga merupakan salah satu alasan saya mengapa lebih memilih IKEA. Mudah untuk dibawa pindahan rumah jika suatu saat nanti saya pindah tugas dinas.

Belanja di IKEA. Baru kemarin banget saya kesana dengan teman saya. MasyaAllah bener-bener rumah impian. Ga bosen muter sana-sini, hingga ketika kami sudah membayar barang kami masuk lagi wkwk jadi muter dua kali. Niatnya cuma beli apa, tapi yang dibeli apa-apa. Maafkan saya khilaf. Saya sempat jatuh hati dengan salah satu kitchen set ahahaha but it was just a dream maybe. Mebayangkan harganya saja tak mampu, wkwkkk.. dreamy kitchen set

Sekian cerita dari saya 🙂


3 thoughts on “Kali Pertama Belanja di IKEA

  1. Iya, kalau ke IKEA itu bisa bikin khilaf, saking terpesona dengan barang-barangnya. Tiba-tiba banyak ide saja pengen beli ini dan itu 😩

  2. suka ikea krn desainnya simple, dan kalau disini sekalian mampir restorannya hehe..setelah lelah muter2 mlipir restorannya makan meatball khas ikea dan refil softdrinknya sampai kembung:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.