Menjadi Flexitarian

Tepatnya 3 tahun yang lalu, saya meniatkan diri untuk menjadi seorang vegetarian. Berawal karena terinspirasi salah satu senior kantor Mb Kadek. Saya selalu penasaran dengan bekal makanan yang beliau bawa ke kantor.

Suatu hari saya bertanya mengenai apa yang beliau rasakan selama menjalani vegan ini. Dan jawabannya kurang lebih begini, “lebih enak aja sih, lebih fresh, kamu akan tau kalo kamu coba sendiri”.

Akhirnya saya googling baca-baca artikel tentang vegetarian. Ada satu hal yang membuat saya berfikir ulang bahwa yapp saya harus mulai jadi vegetarian. Healthy lifestyle. Disana tertulis bahwa umur 20-an atau menuju 30-an itu rentan penyakit. Iyapp benar sekali, bahkan teman seumuran saya pun sudah ada yang kolesterol atau sakit-sakitan. Alhasil sejak saat itu saya memutuskan untuk menjadi vegetarian.

Namun ternyata hanya bertahan selama kurang lebih satu tahun dikantor karena dulu ada dapur jadi bisa masak. Setelah itu balik kampus, menjadi flexitarian itu lebih masuk akal dengan alasan ga ada dapur jadi ga bisa masak dan makan bareng temen ga perlu repot pilih menu. InsyaAllah balik kantor semoga bisa vegetarian lagi.

Btw apa sih flexitarian itu?

Flexitarianism or ‘casual vegetarianism’ is an increasingly popular, plant-based diet that claims to reduce your carbon footprint and improve your health with an eating regime that’s mostly vegetarian yet still allows for the occasional meat dish. The rise of the flexitarian diet is a result of people taking a more environmentally sustainable approach to what they eat by reducing their meat consumption in exchange for alternative protein sources.

http://www.bbcgoodfood.com

Sederhananya, diet flexitarian adalah pola makan fleksibel yang membantu Anda terbiasa mengurangi porsi daging dan produk hewani sementara memperbanyak sumber makanan nabati. Dengan begitu, Anda akan mulai menjalani pola makan ala vegetarian sambil tetap bisa menikmati (sedikit porsi) makanan hewani.

hellosehat.com

Flexitarian yang saya lakukan

Sebisa mungkin tidak makan daging dan telur. Atau paling tidak maksimal seminggu sekali waktu weekend atau ketika makan bersama dengan teman-teman. Bikin menu vegetarian sendiri? Berasa merepotkan orang lain terutama dalam memilih tempat dan ga enak juga kalau semisal dikasih makanan terus ga dimakan. Kalau ada seafood dan daging diutamakan makan seafood. Membiasakan makan buah setiap hari btw ini bwt pengganti camilan. Mengurangi masakan berminyak. Mengurangi minuman kemasan pun gula, karena sudah terbiasa minum teh dan jeruk panas tanpa gula jadi berasa aneh aja klo pke gula. Minum banyak air putih. Mengurangi makan fast food pun makanan yang mengandung micin.

Overall setelah satu tahun vegetarian dan dua tahun flexitarian, manfaat apa yang saya dapatkan?

Lebih sehat, jarang sakit. Ini kerasa banget, kalau dulu sebelum saya vegetarian sering flu sekarang sangat jarang.

Kulit berasa lebih lembab, halus, dan bersih serta jarang berjerawat. Sebelum menjadi vegetarian kulit saya sangat kering bahkan lotion saja hanya bertahan berapa jam saking keringnya. Namun sekarang saya sudah jarang pakai lotion kecuali memang benar-benar perlu.

Tidak mudah lelah. Pencernaan lebih lancar. Menurunkan berat badan.


2 thoughts on “Menjadi Flexitarian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.