Turunnya Lailatul Qadar Di Negara Yang Masih Siang

Salah satu keistimewaan bulan ramadhan yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya adalah turunnya lailatul qadar pada salah satu malam dari beberapa malam yang ada di bulan ramadhan. Malam lailatul qadar merupakan malam yang sangat spesial dan dinanti-nantikan oleh segenap umat islam, sebab melaksanakan ibadah pada malam ini lebih utama jika dibandingkan dengan seribu bulan.

Dalam beberapa hadis dijelaskan bahwa malam lailatul qadar ini kemungkinan besar terdapat pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan, hal ini berdasarkan perintah nabi dalam hadis

تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

“Bersungguh-sungguhlah (mencari) Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadis lain dijelaskan lebih khusus lagi bahwa malam lailatul qadar kemungkinan terdapat pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Bersungguh-sungguhlah mencari malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan)” (HR. Bukhari)

Ketika lailatul qadar sudah secara spesifik dijelaskan bahwa kemungkinan berada di sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan, terutama pada malam yang ganjil, lalu bagaimana menanggapi beberapa pertanyaan yang berkembang tentang waktu turunnya lailatul qadar, bahwa ketika lailatul qadar turun di Indonesia, misalnya pada malam ke-23, lalu bagaimana dengan wilayah yang selisih waktunya jauh dengan Indonesia yang masih belum beranjak malam, seperti di Amerika misalnya. Apakah lailatul qadar di Amerika turun pada waktu yang sama persis dengan di Indonesia, meskipun di wilayah tersebut masih siang hari, atau justru turunnya lailatul qadar di dua negara tersebut turun pada waktu yang berbeda dengan menyesuaikan waktu malam pada masing-masing negara?

Dalam menjawab kemusykilan demikian, para ulama’ sebenarnya telah memikirkan kemusykilan tersebut dalam berbagai kitab turats, hingga akhirnya jawaban yang dipilih adalah bahwa lailatul qadar turun dengan menyesuaikan waktu malam pada masing-masing wilayah. Sehingga ketika lailatul qadar turun pada malam ke-23 di Indonesia, maka negara yang masih berada pada waktu siang tanggal 22 Ramadhan belum mendapatkan fadilah keutamaan lailatul qadar, sampai ketika tiba di tempat mereka malam ke-23 maka pada saat itulah fadilah keutamaan lailatul qadar dapat menemui fungsinya.

Ketentuan bahwa turunnya lailatul qadar disesuaikan dengan waktu malam pada masing-masing wilayah, didasarkan pada ketentuan waktu terkabulnya doa di hari jum’at pada saat duduknya khatib yang juga disesuaikan dengan pelaksanaan khutbah pada masing-masing tempat yang cenderung berbeda-beda. Sehingga waktu ijabah pada hari jum’at antara satu masjid dengan masjid yang lain sudah berbeda. Penjelasan tentang hal ini terdapat dalam kitab Nihayah al-Muhtaj, Juz 10, Hal. 40.

Wal hasil, turunnya lailatul qadar menurut pandangan para ulama’ hanya terjadi pada saat malam hari, hal ini dikarenakan arti dari lailatul qadar sendiri adalah malam kemuliaan. Sehingga malam kemulaiaan tidak mungkin jatuh di siang hari, karena siang dan malam adalah penamaan waktu yang berbeda. Maka dapat disimpulkan bahwa setiap wilayah memiliki lailatul qadarnya masing-masing yang turun pada waktu malam pada masing-masing wilayah, namun meski begitu, lailatul qadar tetap terjadi pada tanggal yang sama ketika dinisbatkan pada masing-masing tempat.

Sumber : Grup wa ‘Berani Berhijrah’


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.