[Lesson from Bayyinah’s Production] Ali Imran, Ayat 1-6

Artikel ini dishare dari grup whatsapp LBP (Lesson from Bayyinah’s Production) dengan seizin penulis. Semoga ada kebermanfaatan yang dapat diambil 🙂

🔆 Bayyinah TV, Ali Imran, Ayat 1-6 – A Concise Commentary (0:00-05:00)

Rabbisyrahli shadri, wayassirli amri, wahlul uqdatan min lisani, yafqohu qouli.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wa shalatu wa salam ala asyrofil anbiya wal mursalin.
Wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Kita mulai dari surat Ali Imran yang berpasangan dengan surat Al Baqarah. Mereka punya banyak kesamaan yang paralel, yang seiring dengan pembahasan kita, akan semakin jelas.

Yang paling luar biasa, pelajaran yang paling penting di surat Al Baqarah adalah اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ (ayat kursi, 2:255) yang ada di awal surat Ali Imran (3:2). Al Baqarah dimulai dengan alif laam miim, dan Ali Imran dimulai dengan huruf muqatta’at yang sama yaitu alif lam mim. Kedua surat adalah surat Madaniyyah. Kedua surat juga bisa dibagi menjadi dua. Setengah yang pertama di surat Al Baqarah punya 3 subdivisi yang dijelaskan ketika kita ada di surat Al Baqarah. Ketika kita mempelajari surat sesudahnya (yaitu Ali Imran), kita juga akan dapatkan bahwa setengah surat yang pertama juga terdiri dari 3 bagian.

Setengah bagian yang pertama di surat Al Baqarah, divisi yang menonjol adalah bahasan tentang Bani Israil, yahudi. Sedangkan setengah pertama di surat Ali Imran, divisi yang menonjol adalah bahasan tentang kristen, yang termasuk bagian Ahli Kitab yang lain. Di bagian ini, Ustadz Nouman akan mengingatkan tentang malam saat hijrah, karena banyak bagian di sini yang turun saat malam hijrah.

Ada kisah ketika mereka (sekelompok orang Kristen) datang dari pinggiran kota Hijaz, dekat dengan Yaman, yaitu kota Najran. Sekelompok pendeta kristen datang kepada Nabi Muhammad ﷺ karena mereka sebelumnya mendengar beberapa klaim yang disampaikan oleh beliau ﷺ. Dan mereka itu tinggal di Masjid Nabawi selama beberapa waktu, dan selama waktu tersebut, beberapa ayat turun untuk membantu menjelaskan diskusi yang terjadi antara kaum muslimin dan sekelompok kristen ini. Yang menarik, mereka berhenti di masjid, tinggal di masjid Nabawi beberapa lama. Jadi, bisa kita bayangkan sikap apa yang harus muslim berikan kepada mereka selama beberapa waktu. Orang-orang kristen itu menantang, “ayo siapa yang mau berdiskusi agama bersama kami”, padahal mereka bukan muslim dan bahkan mereka berkata bahwa mereka tidak ada niat untuk menjadi muslim. Mereka hanya datang dan ingin berdebat. Dan bayangkan betapa sopan dan sabarnya Nabi Muhammad ﷺ menghadapi mereka, padahal mereka tinggal dan tetap tinggal di masjid Nabawi.

Selain itu, bagian yang lain yang paralel di kedua surat ini juga keren. Kita lihat bahasan sebelum perang di surat Al Baqarah, yaitu sebelum perang Badar. Dan kita temukan bahasan sesudah perang Uhud di surat Ali Imran. Jadi ada bahasan sebelum perang dan sesudah perang. Yang menarik, di surat al Anfal, nanti di dalam al Quran, kita akan temukan juga bahasan selama perang, atau bahasan tepat saat perang di surat al Anfal. Bagaimanapun juga, perang Uhud itu masalah kedisiplinan di dalam tentara muslim, dan juga pelajaran bagi seluruh umat islam tentang kedisiplinan, tanpa ada ragu.

Benar-benar menarik deh kedua surat yang paralel ini, ketika Allah menurunkan ayat yang satu (di surat Ali Imran) dan kita temukan ayat yang mirip lainnya di surat sebelumnya (ali Imran).

Contoh lainnya adalah ketika Allah ﷻ berkata di surat Al Baqarah akhir tentang ulil albab, dan kita temukan bahasan tentang ulil albab dan karakternya di permulaan surat sebelumnya (surat Ali Imran), misalnya Ali Imran ayat 7, وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ (tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulil albab). Bahkan di akhir surat ali Imran ada pembahasan lengkap tentang ulil albab.

Di kedua surat ini, di surat sebelumnya (al Baqarah) ada doa yang indah banget. Di 2:286,  رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا. Doa ini tentang keimanan, yang merupakan hasil dari keimanan yang dibahas di ayat 285nya, اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ. Dan kita juga akan temukan doa yang indah dan juga powerful di akhir surat ali Imran sampai selesai.

Di akhir doa ini, ada فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ, karena di surat al Baqarah ini ada juga bahasan tentang bagaimana sikap muslim seharusnya ketika menghadapi kaum yang kafir. Kedua surat ini berakhir dengan pesan yang mirip dan juga kuat, yaitu di sisi lain, orang mu’min meminta pertolongan Allah (di 2:286) namun di sisi lainnya, yaitu di surat ali Imran, Allah ﷻ berfirman bahwa, beginilah cara menolong dirimu sendiri (di 3:200), yaitu dengan  اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.)

Wallahu a’lam bish showwab


Dikompilasi oleh anbarsanti dengan sedikit penyesuaian bahasa.

=========

Koreksi dari penulis:

Sedikit koreksi di paragraf 3:

Bukan “yang paling luar biasa” tapi “salah satu yang paling luar biasa”,
Bukan “yang paling penting, tapi salah satu yang paling penting”

🙏


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.