Cerita Pindahan#2 Ke Lombok

Saat ini ketika saya menulis postingan ini saya sudah berada di Lombok dimana hari ini adalah hari ke 28 saya tinggal disini. Jadi selama hampir 2 bulan kemarin ngilang ga nulis di blog karena memang sedang riweuh nyiapin ini itu. Akhir November ribet menyelesaikan apa yang harus diselesaikan di YIA. Sampai di Lombok awal Desember juga karena alhamdulillah dapat rumah dinas sendiri yang sebelumnya rumah ini lama tidak ditempati sehingga hampir 2 minggu nyicil bersih-bersih sedikit demi sedikit. Diawal bulan ini saya juga mulai pelan-pelan ngisi rumah, beli yang sekiranya benar-benar dibutuhkan dan vital gitu. Saya sudah berprinsip untuk memulai (kembali) konsep hidup minimalis. Jadi ya sebelum beli barang saya pikirkan matang-matang terlebih dahulu apakah saya benar-benar butuh?

Tentang postingan ini saya hanya ingin cerita-cerita saja, mendokumentasikan pejalanan pindahan#2 ke Lombok ini. Karena saya yakin optimis dan semoga juga harapan ini memberi sugesti ke diri sendiri cepat atau lambat saya akan relokasi ke daerah Indonesia barat. Jadi hal kecil apapun yang saya lakukan disini saya dokumentasikan semoga tetap terkenang hingga hari tua nanti. Hingga menjadi cerita 5, 10, 15, 20, 30 tahun dst nanti untuk anak cucu. Intronya kepanjangan yaa hahahaa.

Kenapa Pindahan#2 ? Saya menyebut pindahan#2 karena memang ini adalah pindahan ke-2 ditahun 2020 ini yang pertama pindahan#1 dari Jakarta ke Jogja pertengahan Juli 2020 lalu. Dan juga pindahan ke-2 ke Lombok, sebelumnya pindahan#1 Februari 2016 saya pindah dari Jakarta ke Lombok untuk sesuai SK penempaatan saya.

Flash back ke perjalanan pindahan#2

Sore itu Minggu tanggal 29 November 2020 dengan 2 koper, 1 tas ransel, dan oleh-oleh makanan saya terbang dari YIA Jogja menuju DPS Bali untuk transit selanjutnya LOP Lombok dengan penerbangan pesawat Garuda. Dari rumah sewaktu koper besar akan diangkat ke mobil sudah jebol karena terlalu banyak barang akhirnya perjalanan menuju bandara kami beli koper polo di Toko Progo dengan harga kurang lebih 400 rb. Sebelum ke bandara saya mampir kos YIA untuk menyerahkan kunci ke bapak kos dan juga memindahkan isi koper. Sesampainya di Bandara YIA kami foto keluarga dulu.

Dari rumah memang barang bawaan over bagasi, namun sebelumnya tanya ke temen yang kemarin menggunakan Garuda juga tidak ada ditanya dan free mungkin karena pegawai YIA atau bagaimana entahlah. Akhirnya saya bawa barang over juga, saya bawa ransel, oleh-oleh dan koper medium 12 kg di kabin hahaa dan ga ditanyain. Yang was-was itu nanti pas di Bali, tapi jikapun harus bayar ya mau ga mau pikiran saya waktu itu paling 200 rb DPS-LOP sama lah dengan paket Jogja-Lombok jadi gamasalah sama-sama bayar tapi ini langsung ga nunggu paket seminggu dulu pun juga barang2 ini penting termasuk seragam dll.

Welcome to Bali. Sesampainya di Bali surprise sih. Baru saja masuk bandara, ini kenapa sepi sekali begitu juga ketika menuju ke penginapan udah kek kota mati, banyak cafe dan hotel tutp pun hanya ada beberapa orang lokal dan 1 atau 2 bule yang saya temui. Jadi kepikiran pandemi ini pengaruhnya besar sekali terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di Bali. Selanjutnya saya menuju penginapan Suji Bungalow Kuta utuk istirahat dan besoknya jalan-jalan ke Pantai Kuta. Bilangnya transit tapi niatnya sekalian jalan-jalan wkwkk, dokumentasi transit di Bali bisa dilihat di highlight Instagram Pindahan#2.

Hari berikutnya Senin tanggal 30 November 2020 saya melanjutkan perjalanan DPS Bali – LOP Lombok. Hal yang saya khawatir mengenai bagasi itu terjadi hehee. Saya harus membayar kelebihan bagasi 12 kg sebesar 409.200 yang ternyata lebih dari perkiraan. Alhasil 2 koper saya masuk bagasi dan di kabin hanya ada ransel dan oleh-oleh.

Selama penerbangan dari Denpasar hingga Mataram cuaca sangat cerah sedangkan daerah Praya mendung dan terdapat awan Cb yang sangat tebal. Pesawat harus berputar di atas daerah Senggigi hingga beberapa kali dan akhirnya landing di Bandara Lombok disaat hujan dan visibility cukup rendah. Dipenerbangan itu juga untuk pertama kalinya saya merasakan turbulensi sebanyak 2 X yang cukup terasa membuat degdegan juga. Tapi alhamdulillah saya sampai di LOP dengan lancar dan selamat.

Sesampainya di Bandara Lombok saya dijemput pegawai kantor dan sementara beberapa hari tinggal di Mataram karena rumah dinas di Praya sedang di bersihkan. Dua hari kemudian saya kembali ke Praya dan mulai menempati rumah dinas. Alhamdulillah tsuma alhamdulillah semuanya lancar.

Terimakasih sudah menyempatkan membaca hingga akhir. Yang ingin baca-baca dokumentasi perjalanan pun kehidupan di Lombok bisa banget klik kategori Lombok.


7 thoughts on “Cerita Pindahan#2 Ke Lombok

  1. Wahh, sekarang lagi di Lombok ya, Mbak? kebetulan saya nyasar ke blog ini pas searching beasiswa. Makasi infonya🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.