Pengaruh Iklim Terhadap Bangunan

Bangunan dalam arti khusus rumah pada dasarnya merupakan tempat berlindung bagi manusia, baik perlindungan bagi binatang buas maupun gangguan iklim dan cuaca. Sehingga dalam pembuatan bangunan rancangannya disesuaikan dengan iklim dan cuaca di mana bangunan tersebut didirikan. Ada 4 hal yang harus diketahui mengenai iklim apabila hendak mendirikan bangunan, yaitu :

Pertimbangan Panas

Agar dapat mempertimbangkan dengan benar mengenai beban panas terhadap sebuah bangunan, maka perlu mengetahui besaran unsur dalam persamaan keseimbangan panas dan perlu mengetahui besaran unsur iklim untuk musim yang berbeda, sehingga idealnya seorang arsitek mengetahui suhu udara, radiasi matahari, kelembaban udara dan kecepatan angin serta pengetahuan mengenai analisis frekuensi dan hubungan antar variabel.

Ventilasi dan Angin

Data tentang kecepatan dan arah angin sangat diperlukan agar dapat memberikan informasi yang lebih teliti mengenai ventilasi dan tekanan angin pada sebuah perencanaan bangunan. Bertambahnya kecepatan angin dan bertambahnya tinggi bangunan harus diperhitungkan oleh perencana, karena tekanan angin pada bangunan menjadi pertimbangan yang sangat penting untuk bangunan yang akan dirancang tahan angin maksimum. Tekanan angin sebanding dengan kuadrat kecepatan angin dikalikan dengan faktor yang bergantung pada bentuk konstruksi.Untuk sebuah rumah tekanan angin dinamis adalah sekitar 0,003 pon/(kaki)² untuk kecepatan angin 0,7 mil/jam, dan meningkat menjadi kira-kira 5,7 pon/(kaki)² untuk kecepatan angin 30 mil/jam.

Sinar Matahari

Unsur iklim yang memainkan peranan sangat penting dalam bangunan adalah “cahaya matahari” sebagai pencahayaan alami di dalam bangunan saat siang hari, karena sangat sedikit pengukuran nilai cahaya matahari dalam berbagai pustaka, maka informasinya harus diubah dari data radiasi matahari atau durasi penyinaran matahari.

Asek Hujan dan Kelembaban

Hujan disertai dengan angin kencang kemungkinan dapat mempengaruhi bagian dalam bangunan. Sampai sekarang sedikit sekali diketahui tentang sudut jatuh dari tetes hujan yang jatuh. Penyelidikan Lacy (1951) menunjukkan bahwa di daerah London, sudut jatuh dari tetes hujan yang jatuh beragam dari 30° dalam musim dingin sampai 15° terhadap vertikal pada musim panas. Di daerah tropis tempat terjadinya hujan lebat vertikal dengan dimensi hujan yang lebih besar, curah hujan mendekati vertikal, kecuali disertai angin yang kencang. Dengan membuat asumsi mengenai arah angin yang lazim terdapat, dimungkinkan untuk membuat dinding pelindung atau pelindung lainnya agar menaungi dinding rumah dari serangan badai hujan yang lebat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.