#2 Pentingnya Gaya Hidup Minimalis

Postingan di bawah ini merupakan materi Kelas Beberes Rumah disampaikan oleh Kak Devi Melissa yang diadakan oleh WLC (Women’s Learning Community) pada 27 September 2021 hingga 1 Oktober 2021. Saya share disini sebagai catatan pribadi dan supaya lebih banyak orang yang mendapatkan kebermanfaatan ilmu dari webinar ini. Semoga bermanfaat 🙂

.

Standard Sosial

Harus diakui jika saat ini kita hidup di zaman yang sudah sangat berbeda dengan zaman orang tua atau kakek nenek kita. Dimana mungkin pada waktu itu, hal yang baik atau normal itu adalah apa yang di ajarkan oleh orang tua kita. Namun saat ini, sepertinya lingkungan jauh lebih mempengaruhi kita untuk menentukan apa arti sukses, normal, trend, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, mungkin banyak orang menganggap bahwa sukses itu adalah memiliki pekerjaan di kantor dengan gaji 8 digit, orang menganggap kita orang yang asik atau baik jika kita memiliki banyak teman yg follow kita di social media, banyak yang komentar dan menyukai apa yang kita post di social media.

Gaya hidup minimalis mengajarkan kita untuk menemukan arti bahagia kita sendiri. Dalam mengadaptasi gaya hidup minimalis kita belajar untuk benar-benar merefleksikan apa saja hal-hal yang benar-benar berarti dan memberikan kita kebahagiaan.

Gaya Hidup Konsumerisme

Saat ini kita hidup di lingkungan yang memiliki pengaruh sangat besar, terutama dengan berkembangnya media social, baik itu dalam hal materi, hubungan, gaya hidup dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang mungkin secara sadar maupun tidak sadar, mudah untuk terbawa suasana atau trend yang ada. Jika ada influencer yang mempromosikan suatu produk, kita langsung tertarik dan ingin memiliki produk yang sama dengan influencer tersebut.

Perusahaan-perusahaan besar melihat hal tersebut sebagai peluang yang besar untuk meningkatkan penjualan mereka, maka dari itu muncul lah teknologi baru yang bisa membuat produksi jauh lebih cepat dengan harga yang jauh lebih murah, yang saat ini dibilang “Fast Fashion”. Kebanyakan dari perusahaan-perusahaan “Fast Fashion” ini bahkan sampai memperlakukan karyawan mereka dengan tidak adil, seperti jam kerja yang lama namun gaji yang rendah, bahkan lembur yang tidak dibayar.

Sadar atau tidak kita sudah masuk dalam gaya hidup konsumerisme, yang bisa diartikan saat ini sangat mudah untuk kita berbelanja. Seluruh perusahaan berlomba-lomba untuk membuat aplikasi atau sistem belanja yang mudah bagi para pelanggannya. Bahkan dari data CEIC diatas kita bisa lihat bahwa kemampuan orang Indonesia untuk berbelanja terus meningkat setiap tahunnya. Walapupun tahun 2020 kita sudah masuk pandemic, namun bisa dilihat dari grafik diatas bahwa bukannya kita menabung, tapi malah pengeluaran semakin meningkat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.